Pages

Subscribe:

Time Zone

Senin, 03 Oktober 2011

Ciri, Aliran, dan Cabang Filsafat

CIRI / KARAKTERISTIK BERFIKIR FILSAFAT
            Ciri berfikir filsafat dapat diuraikan oleh beberapa ahli diantaranya sebagai berikut :
·         Sutan Takdir Alisjahbana
o    Berfikir dengan teliti
o    Berfikir menurut aturan yang pasti
Menurutnya, Dua ciri tersebut menandakan berfikir yang insaf, dan berfikir yang demikianlah yang disebut berfilsafat.
·         Sidi Gazalba (1976)
o   Radikal Radix artinya akar),
è berfikir sampai ke akar-akarnya tidak tanggung-tanggung sampai dengan berbagai konsekwensinya dengan tidak terbelenggu oleh berbagai pemikiran yang sudah diterima umum
o   Sistematik
è berfikir secara teratur dan logis dengan urutan-urutan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan
o   universal
è berfikir secara menyeluruh tidak pada bagian-bagian khusus yang sifatnya terbatas.
·         Sudarto (1996)
a.      Metodis
menggunakan metode, cara, yang lazim digunakan oleh filsuf (akhli filsafat) dalam proses berfikir
b.       Sistematis
berfikir dalam suatu keterkaitan antar unsur-unsur dalam suatu keseluruhan sehingga tersusun suatu pola pemikiran Filsufis.
c.        Koheren
diantara unsur-unsur yang dipikirkan tidak terjadi sesuatu yang bertentangan dan tersusun secara logis
d.       Rasional
mendasarkan pada kaidah berfikir yang benar dan logis (sesuai dengan kaidah logika)
e.       Komprehensif
berfikir tentang sesuatu dari berbagai sudut (multidimensi).
f.         Radikal
berfikir secara mendalam sampai ke akar-akarnya atau sampai pada tingkatan esensi yang sedalam-dalamnya


g.       Universal
 muatan kebenarannya bersifat universal, mengarah pada realitas kehidupan manusia secara keseluruhan
·         menurut Sunoto:
 
  1. Deskriptip
  2. Kritik atau analitik
  3. Evaluatif atau normativ
  4. Spekulatif dan sistematik
  5. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan seara radikal. Radikal berasal dari kata Yunani radix yang berarti akal. Berfikir secara radikal adalah berfikir sampai ke akar-akarnya. Berfikir sampai ke hakekat, esensi atau sampai ke substansi yang dipikirkan.
  6. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara universal (umum)
    Berfikir secara universal adalah berfikir tentang hal serta proses yang bersifat umum, dalam arti tidak memikirkan sesuatu yang parsial.
  7. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara konseptual
  8. Berfikir kefilsafatan dicirikan secara koheren dan konsiste
  9. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara sistematik
  10. Berfikir secara kefilsafatan dicirikan secara komprehensif
  11. Berfikir secara kefisafatan dicirikan secara bebas
  12. Berfikir secara kefilsafatan adalah pemikiran yang bertanggung jawab
·         menurut Made Pramono, S.S., M.Hum
  1. Bersifat radikal (sampai ke akar-akarnya, sampai pada hakikat/esensi).
  2. Sistematis (adanya hub. fungsional antara unsur-unsur untuk mencapai tujuan tertentu).
  3. Berpikir tentang hal/proses umum, universal, ide-ide besar, bukan tentang peristiwa tunggal.
  4. Konsisten/runtut (tak terdapat pertentangan di dalamnya) dan koheren (sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir, logis).
  5. Secara bebas, tak cenderung prasangka, emosi.
  6. Kebebasan ini berdisiplin (berpegang pada prinsip-prinsip pemikiran logis serta tanggung jawab pada hati nurani sendiri).
  7. Berusaha memperolah pandangan komprehensif/menyeluruh.
  8. Secara konseptual hasil generalisir (perumuman) dan abstraksi dari pengalaman tentang hal-hal serta proses-proses individual melampaui batas pengalaman hidup sehari-hari.
Aliran-Aliran Filsafat
Rasionalisme
ð  Mashab filsafat ilmu yang berpandangan bahwa rasio adalah sumber dari segala  pengetahuan. Dengan demikian, kriteria kebenaran  berbasis pada  intelektualitas. Strategi pengembangan ilmu model rasionalisme, dengan demikian, adalah mengeksplorasi gagasan dengan kemampuan intelektual manusia.
Empirisme
ð  Empirisme adalah sebuah orientasi filsafat yang berhubungan dengan kemunculan ilmu pengetahuan modern dan metode ilmiah. Empirisme menekankan bahwa ilmu pengetahuan manusia bersifat terbatas pada apa yang dapat diamati dan diuji. Oleh karena itu, aliran empirisme memiliki sifat kritis terhadap abstraksi dan spekulasi dalam membangun dan memperoleh ilmu

ð  Sumbangan utama dari aliran empirisme adalah lahirnya ilmu pengetahuan modern dan penerapan metode ilmiah untuk membangun pengetahuan. Selain itu, tradisi empirisme adalah fundamen yang mengawali mata rantai evolusi ilmu pengetahuan sosial, terutama dalam konteks perdebatan apakah ilmu pengtahuan sosial itu berbeda dengan ilmu alam. Sejak saat itu, empirisme menempati tempat yang terhormat dalam metodologi ilmu pengetahuan sosial. Acapkali empirisme diparalelkan dengan tradisi positivism. Namun demikian keduanya mewakili pemikiran filsafat ilmu yang berbeda.
Realisme
ð  berpandangan bahwa kenyataan tidaklah terbatas pada pengalaman inderawi ataupun gagasan yang tebangun dari dalam. Dengan demikian realisme dapat dikatakan sebagai bentuk penolakan terhadap gagasan ekstrim idealisme dan empirisme. Dalam membangun ilmu pengetahuan, realisme memberikan teori dengan metode induksi empiris. Gagasan utama dari realisme dalam konteks pemerolehan pengetahuan adalah bahwa pengetahuan didapatkan dari dual hal, yaitu observasi dan pengembangan pemikiran baru dari observasi yang dilakukan. Dalam konteks ini, ilmuwan dapat saja menganalisa kategori fenomena-fenomena yang secara teoritis eksis walaupun tidak dapat diobservasi secara langsung.

Idealisme
ð  Idealisme adalah tradisi pemikiran filsafat yang berpandangan bahwa doktrin tentang realitas eksternal tidak dapat dipahami secara terpisah dari kesadaran manusia. Dengan kata lain kategori dan gagasan eksis di dalam ruang kesadaran manusia terlebih dahulu sebelum adanya pengalaman-pengalaman inderawi.
Positivisme
ð  Positivisme adalah doktrin filosofi dan ilmu pengetahuan sosial yang menempatkan peran sentral pengalaman dan bukti empiris sebagai basis dari ilmu pengetahuan dan penelitian. Terminologi positivisme dikenalkan oleh Auguste Comte untuk menolak doktrin nilai subyektif, digantikan oleh fakta yang bisa diamati serta penerapan metode ini untuk membangun ilmu pengetahuan yang diabdikan untuk memperbaiki kehidupan manusia.
ð  Tokoh-tokoh yang paling berpengaruh dalam mengembangkan tradisi positivisme adalah Thomas Kuhn, Paul K. Fyerabend, W.V.O. Quine, and filosof lainnya. Pikiran-pikiran para tokoh ini membuka jalan bagi penggunaan berbagai metodologi dalam membangun pengetahuan dari mulai studi etnografi sampai penggunaan analisa statistik.
Pragmatisme
ð  Pragmatisme berargumentasi bahwa filsafat haruslah meninggalkan ilmu pengetahuan transendental dan menggantinya dengan aktifitas manusia sebagai sumber pengetahuan. Bagi para penganut mashab pragmatisme, ilmu pengetahuan dan kebenaran adalah sebuah perjalanan dan bukan merupakan tujuan.

Cabang Cabang Filsafat

1. H. De Vos menggolongkan filsafat sebagai berikut: " metafisika, " logika, " ajaran tentang ilmu pengetahuan " filsafat alam " filsafat sejarah " etika, " estetika, dan " antropologi.

2. Prof. Albuerey Castell membagi masalah-masalah filsafat menjadi enam bagian, yaitu: " masalah teologis " masalah metafisika " masalah epistomologi " masalah etika " masalah politik, dan " masalah sejarah

3 Dr. Richard H. Popkin dan Dr Avrum Astroll dalam buku mereka, Philosophy Made Simple, membagi pembahasan mereka ke dalam tujuh bagian, yaitu: " Section I Ethics " Section II olitical Philosophy " Section III Metaphysics " Section IV Philosophy of Religion " Section V Theory of Knowledge " Section VI Logics " Secton VII Contemporary Philosophy,

4. Dr. M. J. Langeveld mengatakan: Filsafat adalah ilmu Kesatuan yang terdiri atas tiga lingkungan masalah: " lingkungan masalah keadaan (metafisika manusia, alam dan seterusnya) " lingkungan masalah pengetahuan (teori kebenaran, teori pengetahuan, logika) " lingkungan masalah nilai (teori nilai etika, estetika yang bernilai berdasarkan religi)
5. Aristoteles, murid Plato, mengadakan pembagian secara kongkret dan sistematis menjadi empat cabang, yaitu:

a) Logika. Ilmu ini dianggap sebagai ilmu pendahuluan bagi filsafat.

b) Filsafat teoretis. Cabang ini mencangkup: " ilmu fisika yang mempersoalkan dunia materi dari alam nyata ini, " ilmu matematika yang mempersoalkan hakikat segala sesuatu dalam kuantitasnya, " ilmu metafisika yang mempersoalkan hakikat segala sesuatu. Inilah yang paling utama dari filsafat.

c) Filsafat praktis. Cabang ini mencakup: " ilmu etika. yang mengatur kesusilaan dan kebahagiaan dalam hidup perseorang " ilmu ekonomi, yang mengatur kesusilaan dan kemakmuran di dalam negara.

d) Filsafat poetika (Kesenian).
Kesimpulan
Ciri atau karakteristik berfikir Filsafat antara lain :
a.      Metodis
menggunakan metode, cara, yang lazim digunakan oleh filsuf (akhli filsafat) dalam proses berfikir
b.       Sistematis
berfikir dalam suatu keterkaitan antar unsur-unsur dalam suatu keseluruhan sehingga tersusun suatu pola pemikiran Filsufis.
c.        Koheren
diantara unsur-unsur yang dipikirkan tidak terjadi sesuatu yang bertentangan dan tersusun secara logis
d.       Rasional
mendasarkan pada kaidah berfikir yang benar dan logis (sesuai dengan kaidah logika)
e.       Komprehensif
berfikir tentang sesuatu dari berbagai sudut (multidimensi).
f.         Radikal
berfikir secara mendalam sampai ke akar-akarnya atau sampai pada tingkatan esensi yang sedalam-dalamnya
g.      Universal
 muatan kebenarannya bersifat universal, mengarah pada realitas kehidupan manusia secara keseluruhan
h.      Secara bebas, tak cenderung prasangka, emosi.
ALiran ALiran Filsafat
Rasionalisme
            Berciri :
1.      Rasio adalah sumber dari pengetahuan
2.      Kebenaran berbasis pada intelektualitas
3.      Mengekplorasi gagasan dengan kemampuan intelektual manusia

Empirisme
            Berciri :
1.      Berhubungan dengan ilmu pengetahuan modern dan motede ilmiah
2.      Memiliki sifat kritis
3.      spekulasi dalam membangun dan memperoleh ilmu
Realisme
            Berciri :
1.      Berpendapat bahwa kenyataan tidak terbatas
2.      Obeservasi untuk memperoleh ilmu pengetahuan
3.      Pengembangan pemikiran dari obeservasi yang dilakukan
Idealisme
            Berciri :
1.      Realitas eksternal menyatu dengan kesadaran manusia
2.      kategori dan gagasan eksis di dalam ruang kesadaran manusia terlebih dahulu terjadi sebelum adanya pengalaman-pengalaman inderawi
Positivisme
            Berciri : Ilmu pengetahuan berbasis bukti empiris dan peran sentral pengalaman
Pragmatisme
            Berciri :
1.      Pengetahuan bersumber dari aktivitas manusia
2.      Ilmu pengetahuan merupakan sebuah perjalanan bukan sebuah tujuan

Cabang Cabang Filsafat
            Terbagi :
1.      Metafisika
filsafat tentang hakikat yang ada di balik fisika, hakikat yang bersifat   transenden, di luar jangkauan pengalaman manusia.

2.      Logik
 filsafat tentang pikiran yang benar dan yang salah.

3.       Etika
filsafat tentang perilaku yang baik dan yang buruk.

4.      Estetika
filsafat tentang kreasi yang indah dan yang jelek.

5.       Epistomologi
filsafat tentang ilmu pengetahuan

6.       Filsafat-filsafat khusus lainnya
filsafat agama, filsafat manusia,



0 komentar:

Posting Komentar